<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>The DREAMERS</title>
	<atom:link href="http://futurerich.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://futurerich.wordpress.com</link>
	<description>Bermimpi untuk selalu memiliki mimpi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Jul 2008 07:27:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='futurerich.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>The DREAMERS</title>
		<link>http://futurerich.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://futurerich.wordpress.com/osd.xml" title="The DREAMERS" />
	<atom:link rel='hub' href='http://futurerich.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>BicaraCermat, Komunikasi Efektif</title>
		<link>http://futurerich.wordpress.com/2008/07/04/bicaracermat-komunikasi-efektif/</link>
		<comments>http://futurerich.wordpress.com/2008/07/04/bicaracermat-komunikasi-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 07:25:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>futurerich</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resonansi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futurerich.wordpress.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Aku begini, engkau begitu, sama saja.&#8221; &#8212; Broery Marantika dalam &#8216;Aku Begini Engkau Begitu&#8217; DI HOTEL sejuta cerita terjadi. Ingat Trio Warkop DKI? Dalam sebuah filmnya, ada adegan yang geli bin kocak. Alkisah, Dono menjadi petugas front office di sebuah hotel. Kasino kerabat karibnya, yang berperan sebagai manajer hotel, berada disampingnya. Lalu seorang bule datang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futurerich.wordpress.com&amp;blog=2509303&amp;post=136&amp;subd=futurerich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Aku begini, engkau begitu, sama saja.&#8221; &#8212; Broery Marantika dalam &#8216;Aku Begini Engkau Begitu&#8217;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">DI HOTEL sejuta cerita terjadi. Ingat Trio Warkop DKI? Dalam sebuah filmnya, ada adegan yang geli bin kocak. Alkisah, Dono menjadi petugas front office di sebuah hotel. Kasino kerabat karibnya, yang berperan sebagai manajer hotel, berada disampingnya. Lalu seorang bule datang menghampiri untuk mengambil kunci. Tentunya si petugas hotel dengan ramah memberikan kunci. &#8220;OK, thank you,&#8221; ujar si bule.<span id="more-136"></span> Sebagai orang Timur yang tahu sopan santun dan menjaga nama baik hotelnya, Kasino pun membalas dengan ramah, &#8220;Come back.&#8221; Maksudnya, terima kasih kembali. Si bule yang tadinya mau ngeloyor cabut, balik badan kembali. Namun si bule melihat Kasino dan Dono tenang-tenang saja. Dia pun hendak beranjak pergi lagi. Tak kalah sopan, dia berujar sekali lagi, &#8220;Thank you.&#8221; Lagi-lagi Kasino membalas, &#8220;Come back.&#8221; Begitu seterusnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Rasanya perut ini langsung kejang. Lucu bin kocak. Si bule yang polos dan si Melayu yang sopan, beradu santun tapi malah runyam akibatnya. Persoalan komunikasi memang bahan guyonan paling gayeng. Di mana pun akan menjadi lelucon nan gurih. Lawakan Srimulat pun bisa bertahan, salah satu resepnya karena mereka pintar membelit-belitkan kata sehingga menjadi humor yang segar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Namun dalam dunia nyata pun, hal itu bisa saja terjadi. Kisah nyata ini menimpa Yudono, seorang pemuda asal Semarang, Jawa Tengah. Pada suatu hari, Yudono bepergian ke Inggris. Dia menginap di sebuah hotel. Nah, kali ini si bule yang menjadi &#8216;Dono&#8217;. Sebelum menyerahkan kunci kamar, si resepsionis pun bertanya. &#8220;What is your name?&#8221; Pertanyaan yang sopan bukan? &#8220;Yudono,&#8221; jawab si pemuda itu dengan enteng. Dari mimiknya, si bule menunjukkan keterkejutan yang sangat. Ia pun berkata,&#8221;Yes, I know.&#8221; Sekali lagi, si bule bertanya. Jawabannya tentu saja tak berubah, karena memang namanya Yudono. Pertanyaan itu diulang hingga tiga kali. Di kuping si bule, mungkin kata yang terdengar: &#8220;You don&#8217;t know.&#8221; Kontan si bule gusar bin tersinggung. &#8220;I know. That is why I am asking you,&#8221; ujarnya sambil geregetan. Tak kalah geregetannya, Yudono pun menunjukkan paspornya. Urusan pun selesai. Eh, sekarang skor berubah: 1-1. Bukan cuma si Melayu yang terlihat sepertinya salah yang bisa membuat si bule kebingungan. Tapi juga bisa sebaliknya. Si bule yang pendengarannya salah tangkap, si Melayunya yang kelimpungan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Miskomunikasi dalam skala yang kecil, teramat enak untuk dimainkan. Toh akibatnya tidak terlalu runyam. Paling banter juga mangkel, tapi setelah itu terbitlah tawa. Hanya kalau persoalan yang serius, akibatnya sungguh luar biasa. Ini cerita yang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pada tahun 1996, dunia mencatat terjadinya kecelakan terburuk sepanjang sejarah penerbangan. Saudi Arabian Airlines dengan Nomor Penerbangan 763, merupakan pesawat Boeing 747 yang menerbangi trayek Delhi, India menuju Dhahran, Arab Saudi. Pesawat ini mengalami kecelakaan fatal karena bertabrakan di udara dengan Air Kazakhstan dengan Nomor Penerbangan 1907, yang pada saat bersamaan menerbangi trayek Shymkent, Kazakhstan menuju Delhi, India. Kecelakaan tersebut menewaskan seluruh penumpangnya yang berjumlah 316 penumpang dan 33 awak. Lo, kok bisa terjadi tabrakan? Ternyata terjadi salah mengerti komunikasi antara pilot pertama dan pilot kedua. Disuruh belok ke satu sisi, malah belok ke sisi yang lain. Begitulah kira-kira. Alhasil, kedua pesawat itu berciuman di udara. Tragis memang. Hanya karena salah menangkap makna kata.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dari tiga kisah ini bolehlah kita berkesimpulan, komunikasi akan efektif tercapai bila pesan telah sampai dari si pembawa pesan kepada si penerima pesan dan hasil nyata tindakan sesuai dengan yang diinginkan. Seringkali kita melakukan komunikasi dan yakin betul bahwa pesannya telah sampai. Benarkah demikian? Pesan mungkin saja sampai ke si penerima pesan, masalahnya, apakah sesuai dengan hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, untuk memastikannya, tentu saja kita harus melakukan check dan recheck terlebih dahulu. Walaupun tentu saja bukan hal yang mudah bilamana diterapkan dalam situasi dan kondisi tertentu, seperti misalnya pilot pesawat terbang nahas itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tapi upayakan, samakan persepsi terlebih dahulu. Bagaimana kalau bingung? Jangan pegangan kalau bingung. Kalau memang bingung, pakai bahasa Tarsan juga tak jadi soal. Yang penting, pesan itu telah sampai dan dimengerti betul oleh si pembawa dan si penerima pesan. Sepele sih, tapi kalau terjadi kesalahan komunikasi, fatal akibatnya. Nah, sekarang, latihlah gerak lidah Anda, paling tidak bisa mencegah slip of the tongue alias keseleo lidah yang bisa berakibat salah dalam berkomunikasi. (230608)</p>
<p>Sumber: Bicara Cermat, Komunikasi Efektif oleh Sonny Wibisono, penulis, tinggal di Jakarta</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/futurerich.wordpress.com/136/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/futurerich.wordpress.com/136/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futurerich.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futurerich.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futurerich.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futurerich.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futurerich.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futurerich.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futurerich.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futurerich.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futurerich.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futurerich.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futurerich.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futurerich.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futurerich.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futurerich.wordpress.com/136/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futurerich.wordpress.com&amp;blog=2509303&amp;post=136&amp;subd=futurerich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futurerich.wordpress.com/2008/07/04/bicaracermat-komunikasi-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/edeb340ef223f2162f12e7d6e88da955?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">futurerich</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menikmati Kehidupan</title>
		<link>http://futurerich.wordpress.com/2008/07/04/menikmati-kehidupan/</link>
		<comments>http://futurerich.wordpress.com/2008/07/04/menikmati-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 07:24:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>futurerich</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resonansi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futurerich.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Health, happiness and success depend upon the fighting spirit of each person. The big thing is not what happens to us in life – but what we do about what happens to us. – Kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan terletak pada semangat juang masing-masing individu. Hal yang besar bukanlah apa yang terjadi di dalam hidup kita, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futurerich.wordpress.com&amp;blog=2509303&amp;post=135&amp;subd=futurerich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Health, happiness and success depend upon the fighting spirit of each person. The big thing is not what happens to us in life – but what we do about what happens to us. – Kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan terletak pada semangat juang masing-masing individu. Hal yang besar bukanlah apa yang terjadi di dalam hidup kita, melainkan apa yang sudah kita lakukan terhadap setiap kejadian di dalam hidup kita.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">~ George Allen<span id="more-135"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pesan yang disampaikan oleh George Allen mengajak kita agar memiliki semangat yang tinggi dalam menjalani kehidupan. Memang kehidupan ini penuh dengan masalah, dari yang ringan sampai yang paling berat. Meskipun demikian, bukan berarti kita tidak dapat menikmati kehidupan ini, karena ada banyak cara untuk menikmati kehidupan ini sekaligus mengatasi beban yang sedang kita hadapi.<br />
Salah satu langkah menikmati kehidupan ini adalah selalu mensyukuri karunia kehidupan dari Tuhan YME, apakah Anda sedang bahagia atau mengalami kepedihan. Berusahalah untuk selalu berpikir positif, bahwa Tuhan YME selalu memberikan yang terbaik. Karena tanpa kita sadari sebenarnya selalu ada solusi di balik semua kesulitan dan manfaat yang ditujukan untuk kebaikan kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Salah satu contoh adalah waktu demi waktu berlalu hingga kita sampai pada saat sekarang ini. Cobalah menelisik betapa uniknya kesempatan yang sudah banyak Anda lewati. Begitu banyak keajaiban dan kenikmatan di sepanjang jalan yang Anda lalui. Bila Anda mencoba mengingat semua itu dalam keheningan doa dan memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan YME, di sanalah Anda akan merasakan kedamaian hati dan kenikmatan hidup yang luar biasa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Believe it is possible to solve your problem. Tremendous things happen to the believer. So believe the answer will come. – Percayalah sangat mungkin masalah Anda terselesaikan dengan baik. Kejadian yang luar biasa selalu terjadi pada mereka yang percaya. Jadi percayalah, jawaban itu pasti ada,&#8221; kata Norman Vincent Peale.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Anda juga dapat menikmati kehidupan ini dengan mengingat kembali keberhasilan yang sudah Anda ciptakan. Cara ini juga dapat membantu Anda memfokuskan diri pada hal-hal positif di dalam diri Anda sendiri. Sehingga timbul semangat yang lebih besar untuk melaksanakan tanggung jawab sebaik mungkin dengan mengerahkan potensi diri yang ada.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebuah pepatah bijak mengatakan, &#8220;When we do the best we can, we never know what miracle is wrought in our life, or in the life of another. – Ketika kita sudah mampu melakukan yang terbaik, maka kita tak akan pernah menyadari keajaiban yang akan terjadi dalam kehidupan kita atau dalam kehidupan orang lain.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sementara itu hilangkanlah keserakahan dan pamrih. Kedua sifat tersebut menambah beban kehidupan, diduga kuat menghalangi keinginan Anda untuk menikmati kehidupan ini. Saya pernah membaca kisah tentang sekelompok orang yang berjalan dengan napas terengah-engah, letih, dan keadaan mereka begitu menderita. Tetapi satu di antara mereka justru terlihat riang. &#8220;Karena barang bawaan saya sedikit,&#8221; jawabnya ketika ditanya. Ternyata sesederhana itu cara menikmati kehidupan, yaitu melepaskan keserakahan dan pamrih.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Cara lain yang masuk kategori paling indah untuk menikmati kehidupan ini adalah berbagi untuk orang-orang yang kurang beruntung. &#8220;The only worthwhile achievements of man are those which are socially useful. – Prestasi manusia yang paling berharga adalah prestasi-prestasi yang bermanfaat bagi kehidupan sosial,&#8221; kata Alfred Adler. Kalaupun kemampuan Anda terbatas, berikan saja rasa persaudaraan yang tulus atau kegembiraan untuk orang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dikisahkan tentang anak kucing yang tubuhnya mungil. Sekilas dari bentuk tubuhnya sama sekali tak nampak potensi yang dapat ia andalkan. Tetapi kucing kecil itu setiap hari selalu menyambut majikannya dengan riang. Ia lalu bermain dan berguling-guling di atas rumput bersama sang majikan.<br />
Setiap hari sang majikan merasa sangat terhibur, bahkan sering tertawa sampai terbahak-bahak. &#8220;Meskipun kamu binatang yang paling kecil disini, tetapi kamu adalah binatang yang paling berharga,&#8221; kata sang majikan sambil memberikan kecupan mesra. Setelah menyimak kisah tersebut, saya berpikir kucing kecil saja bisa menghadirkan kegembiraan kepada orang lain apalagi kita manusia yang pandai dan berakal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sementara bersabar dan lapang dada mungkin sikap yang paling sulit dilakukan. Padahal bersabar dan lapang dada adalah cara paling efektif untuk menikmati kehidupan. Sampai-sampai Jean De La Fontaine mengibaratkan kesabaran dan waktu itu mampu berbuat lebih dibandingkan kekuatan atau semangat. &#8220;Patience &amp; time do more than strength or passion,&#8221; katanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ibarat Anda sudah puas berusaha, tetapi tidak juga mendapatkan hasil atau solusi yang diharapkan. Bukankah jauh lebih baik bila Anda menerima saja kenyataan dengan lapang dada? Hanya dengan bersabar memungkinkan Anda dapat kembali mengerahkan energi yang masih tersisa untuk menjadikan situasi lebih baik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jika ada waktu senggang cobalah untuk menuliskan beberapa hal untuk menyenangkan hati, misalnya jalan-jalan pagi hari, rekreasi, ke salon, olahraga, spa, dan lain sebagainya. Tak ada salahnya manfaatkan waktu luang untuk menyegarkan pikiran dan menikmati aktivitas selingan yang tertera daftar tersebut. Dengan catatan aktivitas tersebut tidak sampai disalahgunakan atau melanggar aturan, dan sesuai dengan kemampuan atau tidak memaksakan diri. Pepatah mengatakan jalani hidup sesuai dengan apa yang seharusnya bukan yang Anda sukai. &#8220;If you would live your life with ease; do what you ought, not what you please,&#8221; anonim.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tuhan YME sengaja merancang kehidupan ini untuk kebaikan manusia. Kunci untuk menikmati kehidupan ini sesungguhnya terletak pada kemampuan kita menciptakan keseimbangan terhadap elemen-elemen kehidupan, yaitu; material, sosial, spiritual, emosional, intelektual, dan lain sebagainya. Jadi di samping beberapa hal yang saya ungkapkan di atas, tentu saja masih banyak lagi cara untuk menikmati kehidupan ini. Selamat menikmati kehidupan, karena siapa pun Anda berhak endapatkannya! [aho]</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sumber: Menikmati Kehidupan oleh Andrew Ho. Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/futurerich.wordpress.com/135/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/futurerich.wordpress.com/135/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futurerich.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futurerich.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futurerich.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futurerich.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futurerich.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futurerich.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futurerich.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futurerich.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futurerich.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futurerich.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futurerich.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futurerich.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futurerich.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futurerich.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futurerich.wordpress.com&amp;blog=2509303&amp;post=135&amp;subd=futurerich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futurerich.wordpress.com/2008/07/04/menikmati-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/edeb340ef223f2162f12e7d6e88da955?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">futurerich</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sportivitas</title>
		<link>http://futurerich.wordpress.com/2008/06/19/sportivitas/</link>
		<comments>http://futurerich.wordpress.com/2008/06/19/sportivitas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 08:20:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>futurerich</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resonansi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futurerich.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Lebih baik belajar dari satu orang yang telah menjalankan sportivitas daripada belajar ke seratus orang yang hanya bisa omong belaka.&#8221; &#8212; Knute Rockne, pelatih sepakbola Amerika JANGAN salahkan sepak bola bila dalam bulan ini banyak karyawan yang datang ke kantor dengan mata sembap, kekurangan darah seperti vampir yang sedang diet. Sudah banyak yang paham, ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futurerich.wordpress.com&amp;blog=2509303&amp;post=134&amp;subd=futurerich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Lebih baik belajar dari satu orang yang telah menjalankan sportivitas daripada belajar ke seratus orang yang hanya bisa omong belaka.&#8221; &#8212; Knute Rockne, pelatih sepakbola Amerika<span id="more-134"></span></p>
<p>JANGAN salahkan sepak bola bila dalam bulan ini banyak karyawan yang datang ke kantor dengan mata sembap, kekurangan darah seperti vampir yang sedang diet. Sudah banyak yang paham, ini adalah buah dari turnamen sepak bola Piala Eropa yang tengah digelar di Austria dan Swiss hingga akhir bulan ini. Di sana para bintang dunia di lapangan hijau tengah beraksi. Teramat sayang untuk dilewatkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Meski hasilnya banyak deadline yang ketabrak, termasuk message of monday yang sedang Anda baca ini. Beruntunglah publik penggila sepak bola di negeri ini. Semua tontonan gratis, kecuali tentu saja tagihan listrik yang harus dibayar. Tontonan gratis ini sungguh bernas. Penonton setia tidak hanya disuguhi permainan atraktif, pergerakan bola yang fantastis, tetapi juga ini yang penting, sikap teladan dari para aktor di lapangan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Semua tunduk pada aturan permainan. Ingat penyerang ganteng Italia, Luca Toni, yang golnya dianulir wasit saat melawan Rumania? Dalam tayang ulang terlihat jelas bahwa Toni tidak berada dalam posisi off-side. Artinya, gol itu sah. Coba andai saja Toni berlaku seperti konstituen yang kalah dalam Pilkada di berbagai daerah. Dapat diperkirakan, jidat sang wasit benjol kena kepruk. Namun nyatanya tidak, ia menghormati keputusan wasit meski dengan hati yang dongkol sebesar telor bebek. Nah, inilah nilai luhur dari olahraga. Setiap atlet yang bertarung dengan sendirinya menyerap semangat ini. Mereka menerima kekalahan, juga menerima kemenangan. Semua sudah terwadahi dalam aturan permainan. Andai hal itu tak mereka punyai, sangat mungkin pertandingan sepak bola memakan waktu berjam-jam atau bahkan sehari penuh, karena tim yang satu tak mau menerima kekalahan. Sepak bola adalah salah satu warisan besar yang ditemukan manusia. Walau keras, toh semangat sportivitas adalah segalanya. Sportivitas pada mulanya memang lebih akrab untuk terminologi olah raga. Pada hakekatnya, sportif adalah suatu sifat kesatria, mau mengakui keunggulan pihak lain, menerima kegagalan dan kekalahan, memahami dan mengerti perbedaan yang muncul, serta menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan. Namun kini, kata &#8216;sportif&#8217; digunakan secara umum, termasuk dalam dunia politik dan juga bisnis.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tanggal 8 Juni 2008, Museum Gedung Nasional, Amerika, sebuah acara penting berlangsung. Hillary Clinton, calon presiden dari Partai Demokrat melakukan pidatonya yang bersejarah di hadapan dua ribu pendukungnya. Hari itu, untuk pertamakalinya, Hillary Clinton mengakui kekalahannya dari pesaing utamanya, Barack Obama sebagai nominee calon presiden Amerika dari Partai Demokrat. Dalam pidatonya, Hillary mengatakan, &#8220;Saya mendukung Obama dan memberikan dukungan penuh kepadanya. Hari ini, saya mengucapkan selamat kepadanya atas kemenangannya dan pertarungan luar biasa yang dijalaninya. &#8221; Senator Hillary tidak hanya mengakui kekalahannya, tetapi juga mendukung penuh bagi kandidat presiden Amerika dari Partai Demokrat, Barack Obama. Hillary menyatakan akan habis-habisan melakukan apa pun agar Obama terpilih menjadi presiden. Sikap yang ditunjukkan Hillary patut diacungi jempol. Hillary bukan hanya bersikap sportif, dengan mengakui kekalahannya, tetapi juga berpikir<br />
ke depan untuk secara bersama-sama dengan Obama, memenangkan pemilu dari partai yang sama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sikap yang ditunjukkan Hillary, tak beda jauh ketika Al Gore kalah dalam pemilihan presiden melawan penantangnya George W. Bush. Gore kalah bukan karena telah selesainya hasil perhitungan suara dilakukan. Mahkamah Agung Amerika akhirnya memutuskan sengketa perhitungan suara yang terjadi. Ketika tahu Gore akhirnya kalah dalam pemilihan presiden, dalam pidatonya, Gore mengatakan bahwa ia baru saja menelepon George Bush untuk menyampaikan bahwa ia menerima kekalahannya dan mengucapkan selamat atas terpilihnya George W. Bush sebagai Presiden Amerika ke-43. Di bagian lain pidatonya yang cukup puitis, Gore menyatakan bahwa ia sebenarnya tidak setuju dengan keputusan Mahkamah Agung sehari sebelumnya, yang memenangkan Bush sebagai Presiden, namun dia sangat menghargai keputusan itu dan menerimanya. Bahkan Gore mengajak segenap warga Amerika agar bersatu dan bersama-sama berdiri di belakang presiden baru Amerika. Sungguh, suatu ajakan yang sangat simpatik melihat betapa kisruh dan tegangnya selama 36 hari terakhir dalam proses perhitungan suara pemilihan presiden sebelumnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sikap sportif tak hanya berlaku bagi mereka yang kalah dalam suatu pertarungan, tetapi juga sebaliknya. Anda masih ingat si leher besi Mike Tyson? Mike Tyson merupakan petinju legendaris di zamannya. Kemenangan Tyson sebagian besar dilakukan dengan memukul KO lawannya sebelum pertandingan berakhir. Ketika Tyson menggulung lawan-lawannya, tak ada apresiasi kemenangan yang gegap gempita dari Tyson. Setelah meng-KO lawannya, Tyson cukup tenang, datar dan menghampiri lawannya serta memberikan pelukan persahabatan yang hangat. Seolah Tyson hendak mengatakan, ini hanyalah sebuah permainan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sikap sportif inilah yang harus dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Baik dalam lingkungan rumah, kantor, dunia bisnis ataupun dalam dunia politik. Dalam kehidupan sehari-hari, dapat kita tunjukkan dengan bersikap jujur dan terbuka terhadap pasangan dan anak. Mau menerima masukan, kritik, bahkan dari anak sekalipun. Serta, ini juga yang penting, mau bertanggung jawab terhadap semua perbuatan yang dilakukannya. Dalam dunia bisnis misalnya, menerima kekalahan dalam proses tender. Atau mengakui keunggulan produk pesaing yang ternyata memang lebih baik dan berkualitas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bagaimana dalam dunia kerja? Selalu ada kompetisi dengan aturan main yang tak seragam di dunia kerja. Mulai dari cara yang paling halus, hingga yang paling kasar sekalipun. Tetapi tetap saja, dalam menghadapi kompetisi tersebut, Anda harus bersikap sportif. Sikap sportif dalam pekerjaan, dapat Anda tunjukkan dalam kerjasama dengan rekan kerja lainnya. Jangan pernah ragu untuk membantu rekan yang sedang menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan tugasnya. Di lingkungan kerja pun, Anda harus tetap saling menghormati atas setiap perbedaan yang muncul. Sikap toleransi terhadap sesama rekan kerja juga harus ditumbuhkan. Sikap ini merupakan bentuk penghargaan terhadap setiap perbedaan kekuatan dan kelemahan. Diharapkan, dengan sikap ini mampu menumbuhkan dan menggerakkan sikap sportif rekan kerja lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dengan mengembangkan nilai sportivitas bagi setiap individu, diharapkan yang muncul adalah pribadi-pribadi yang tangguh. Pribadi yang unggul dalam menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, keterbukaan dan kebersamaan dalam kehidupan. Masalah-masalah bangsa ini sesungguhnya dapat kita atasi secara maksimal dan optimal, bila semua pihak mau bersikap sportif.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Alangkah indahnya bila persaingan Anda di kantor diakhiri dengan acara tukar-tukar kaus seperti di lapangan sepakbola, atau mendatangi lawan yang terkapar di ring setelah tersungkur knock out atau memberikan karangan bunga ucapan selamat atas kemenangan sang lawan dalam Pilkada. (160608)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sumber: Sportivitas oleh Sonny Wibisono, penulis, tinggal di Jakarta</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/futurerich.wordpress.com/134/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/futurerich.wordpress.com/134/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futurerich.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futurerich.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futurerich.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futurerich.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futurerich.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futurerich.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futurerich.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futurerich.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futurerich.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futurerich.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futurerich.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futurerich.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futurerich.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futurerich.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futurerich.wordpress.com&amp;blog=2509303&amp;post=134&amp;subd=futurerich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futurerich.wordpress.com/2008/06/19/sportivitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/edeb340ef223f2162f12e7d6e88da955?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">futurerich</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meningkatkan Rasa Syukur</title>
		<link>http://futurerich.wordpress.com/2008/05/23/meningkatkan-rasa-syukur/</link>
		<comments>http://futurerich.wordpress.com/2008/05/23/meningkatkan-rasa-syukur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 06:08:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>futurerich</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resonansi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futurerich.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;O Lord! that lends me life, Lend me a heart replete with thankfulness!  Oh Tuhan yang telah memberiku kehidupan, Berikanlah hamba hati yang penuh dengan rasa syukur!&#8221; ~ William Shakespeare (1564-1616) Penyair, Penulis Drama, dan Seniman Realitas yang kita hadapi memang seringkali tidak sesuai dengan harapan. Banyak impian yang belum terwujudkan sesuai dengan keinginan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futurerich.wordpress.com&amp;blog=2509303&amp;post=132&amp;subd=futurerich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://futurerich.files.wordpress.com/2008/05/baby.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-133" style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://futurerich.files.wordpress.com/2008/05/baby.jpg?w=130&#038;h=160" border="0" alt="" width="130" height="160" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;O Lord! that lends me life, Lend me a heart replete with thankfulness! <span> Oh Tuhan yang telah memberiku kehidupan, Berikanla</span>h hamba hati yang penuh dengan rasa syukur!&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">~ William Shakespeare (1564-1616) Penyair, Penulis Drama, dan Seniman</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Realitas yang kita hadapi memang seringkali tidak sesuai dengan harapan. Banyak impian yang belum terwujudkan sesuai dengan keinginan. Tekanan dan tantangan hidup kian memancing kita untuk lebih sering mengeluh daripada bersyukur. Berikut ini kisah yang menginspirasi agar kita meningkatkan rasa syukur.<span id="more-132"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Diceritakan tentang seorang pengemis buta. Ia memegang sebuah papan kecil. &#8220;Saya buta, tolong bantuan!&#8221; bunyi tulisan itu. Sedihnya, banyak orang yang sudah berlalu lalang di depannya, tetapi sangat<br />
sedikit orang yang rela membagikan recehan mereka kepada pengemis tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Seorang pemuda memandang penuh iba, lalu berinisiatif mengganti tulisan di papan tulis tersebut. Tak berselang lama, hampir semua orang yang lewat selalu membagikan uang mereka. Sungguh dahsyat kekuatan kalimat yang ditulis pemuda itu sehingga membuat hati banyak orang tersentuh. &#8220;Hari ini sangat indah sekali, tapi saya tidak bisa lihat,&#8221; itulah bunyi kalimat tersebut yang penuh dengan rasa syukur.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dari kisah tersebut saya ingin mengatakan bahwa sikap dan kata-kata yang muncul dari hati penuh rasa syukur akan berbeda. Sikap dan kata-kata itu akan terasa lebih indah, lebih menyentuh, dan lebih dahsyat kekuatannya. Itulah mengapa kita perlu membiasakan diri bersyukur kepada Tuhan YME setiap hari atas segala yang kita miliki, entah berupa kebahagiaan, kesedihan, keberhasilan, maupun batu sandungan, dan lain sebagainya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bersyukur berarti berterima kasih kepada Tuhan YME atas nikmat dan kemurahan-Nya. Kalaupun harus menerima cobaan dalam bentuk kesulitan, hati yang penuh rasa syukur akan berusaha memperhatikan orang yang dalam keadaan lebih sulit atau mahkluk Tuhan YME lainnya. Pada saat itulah kita dapat merasakan sudah mendapatkan nikmat tidak terhingga dan merasa jauh lebih beruntung. Contohnya cobalah Anda bandingkan kehidupan Anda sendiri dengan kehidupan burung yang setiap pagi terbang meninggalkan sarangnya untuk mencari makan. Hari ini burung pulang dengan perut kenyang. Esok mungkin dia kembali dengan perut agak kenyang. Tak jarang seharian tidak mendapatkan makanan dan kembali pulang dengan keadaan perut kosong. Tetapi ia tidak pernah malas atau mengeluh, meskipun kehidupannya setiap hari tidak menentu, penuh dengan tantangan bahkan ancaman.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bersyukur adalah cara yang paling mudah dan efektif untuk mencapai kebahagiaan. Cobalah untuk meluangkan waktu sejenak mencatat kenikmatan yang sudah kita rasakan hari ini. Contohnya sampai saat ini Anda dapat bernapas dengan baik tidak sesak napas, dapat melihat dengan jelas dan tidak kabur atau katarak, dapat melangkah dengan baik tidak terseok-seok, dan lain sebagainya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Di hati yang paling dalam kita pasti mampu menyadari seluruh nikmat yang kita peroleh di setiap detak jantung kita. Hitunglah sudah ada berapa kenikmatan dalam satu minggu ini, satu bulan, satu tahun, atau sepanjang hidup Anda? Jumlahnya pasti sangat banyak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bila sudah dapat merasakan keajaiban yang mengagumkan dari setiap detak jantung dan kesempatan yang begitu indah anugerah Tuhan YME yang begitu besar, cobalah untuk meningkatkan rasa syukur. Hal itu akan turut meningkatkan optimisme. Semangat kita juga akan terpacu untuk menggunakan kesempatan yang masih kita miliki untuk melakukan berbagai aktivitas positif, misalnya untuk meningkatkan kualitas kesehatan, kondisi keuangan, kehidupan sosial, spiritual, pekerjaan dan lain sebagainya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Berusahalah untuk meningkatkan rasa syukur terhadap Tuhan YME, karena semakin pintar mensyukuri karunia-Nya semakin mudah melawan depresi. Hati yang penuh rasa syukur cenderung mengingat kejadian yang menyenangkan. Orang yang selalu bersyukur juga lebih fokus terhadap hal-hal yang positif. Sehingga mereka lebih mudah menerima dan melakukan hal-hal yang positif dalam hidup mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sibukkan pikiran memikirkan begitu banyak kenikmatan yang telah kita terima, dan mengagumi begitu indah anugerah Tuhan YME yang selama ini kita nikmati. Ungkapkan rasa syukur atas semua kenikmatan yang Anda rasakan melalui doa dan kata-kata yang baik. Aktifkan seluruh potensi yang ada di dalam diri kita untuk melakukan aktivitas yang positif semata-mata karena rasa terima kasih kepada Tuhan YME atas semua kemudahan dan kenikmatan yang Anda rasakan sepanjang hari ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Meskipun kenyataan yang kita terima tidak sesempurna seperti yang kita inginkan, jangan pernah mengurangi rasa syukur terhadap Tuhan YME. Zig Ziglar mengatakan, &#8220;The more you express gratitude for what you have, the more you will have to express gratitude for. <span> Semaki</span>n Anda mengungkapkan rasa syukur atas semua yang Anda miliki, Anda harus merasa lebih bersyukur.&#8221; Semakin kita pandai mensyukuri nikmat karunia Tuhan YME, maka kita akan semakin mudah menciptakan perubahan<br />
luar biasa, misalnya; hidup lebih tenang, perasaan lebih peka, penampilan lebih segar, dan menyenangkan, serta hidup lebih sukses dan bahagia.[aho]</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sumber: Meningkatkan Rasa Syukur oleh Andrew Ho, seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/futurerich.wordpress.com/132/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/futurerich.wordpress.com/132/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futurerich.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futurerich.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futurerich.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futurerich.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futurerich.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futurerich.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futurerich.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futurerich.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futurerich.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futurerich.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futurerich.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futurerich.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futurerich.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futurerich.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futurerich.wordpress.com&amp;blog=2509303&amp;post=132&amp;subd=futurerich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futurerich.wordpress.com/2008/05/23/meningkatkan-rasa-syukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/edeb340ef223f2162f12e7d6e88da955?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">futurerich</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futurerich.files.wordpress.com/2008/05/baby.jpg?w=130" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sang Tunanetra Yang Luar Biasa</title>
		<link>http://futurerich.wordpress.com/2008/05/18/sang-tunanetra-yang-luar-biasa/</link>
		<comments>http://futurerich.wordpress.com/2008/05/18/sang-tunanetra-yang-luar-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 May 2008 13:31:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>futurerich</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resonansi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futurerich.wordpress.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Hidup adalah pembelajaran tanpa henti. Setiap hari, setiap saat, dan setiap waktu, jika kita telaah lebih jauh, selalu menjadi momen pembelajaran. Baik itu berupa halangan, rintangan, tantangan, atau berbagai kejadian apa pun yang kita temui. Jika bisa disikapi dengan cara yang bijak, maka selalu ada sisi positif yang bisa kita ambil sebagai bagian proses belajar. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futurerich.wordpress.com&amp;blog=2509303&amp;post=130&amp;subd=futurerich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://futurerich.files.wordpress.com/2008/05/image010.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-131" style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://futurerich.files.wordpress.com/2008/05/image010.jpg?w=116&#038;h=136" border="0" alt="" width="116" height="136" /></a>Hidup adalah pembelajaran tanpa henti. Setiap hari, setiap saat, dan setiap waktu, jika kita telaah lebih jauh, selalu menjadi momen pembelajaran. Baik itu berupa halangan, rintangan, tantangan, atau berbagai kejadian apa pun yang kita temui. Jika bisa disikapi dengan cara yang bijak, maka selalu ada sisi positif yang bisa kita ambil sebagai bagian proses belajar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Maka, tak salah, jika orang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Namun, semua itu harus dikembalikan kepada individu yang menjalaninya. Jika tak ada proses evaluasi dan tindakan perbaikan, pembelajaran yang didapatkan pun tak akan maksimal. Hadirnya pengalaman, baru akan bernilai jika kita bisa memaknainya dengan sudut pandang dan mindset positif.<span id="more-130"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Seperti yang saya jumpai saat saya memberikan seminar di Asian Agri Medan pada tanggal 8 Januari 2008, dengan tema &#8220;If Better is Possible, Good is Not Enough&#8221;. Ketika acara, saya mendapat &#8220;pelajaran&#8221; yang sangat berharga. Sebagaimana setiap kali seminar, ada banyak orang yang antusias mengikuti seminar. Kemudian, banyak pula yang lantas ingin berfoto dan meminta tanda tangan. Namun, ada satu hal yang luar biasa saat itu. Salah satu orang yang sangat antusias tersebut ternyata adalah seorang penyandang tunanetra.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Yang menjadikannya luar biasa, orang yang bernama Roswidi itu, adalah tekadnya. Meski punya keterbatasan fisik, hal tersebut tidak menjadi halangan baginya untuk berkarya. Hebatnya, dengan kekurangan itu, ia ternyata adalah sosok yang berada di balik suksesnya acara seminar. Pria yang mengaku sebagai pendengar setia acara saya, Smart Motivation di radio Smart FM setiap Senin ini, adalah event organizer acara yang khusus menangani sound system acara. Dengan keterbatasan<br />
itu, Roswidi membuktikan pada semua orang, bahwa ia tak beda dengan orang kebanyakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bicaranya yang terdengar semangat, menunjukkan betapa keterbatasan yang dimilikinya, sama sekali bukan halangan untuk sukses. Bahkan, ia mengaku sudah menjalani usaha sound system itu selama lima tahunan. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi pemain keyboard di berbagai acara. Selain itu, ia ternyata juga menjadi pengusaha onderdil sepeda. Roswidi benar-benar menunjukkan kepada saya dan semua orang yang hadir saat itu, bahwa sukses memang hak siapa saja, &#8220;Success is my right!&#8221; Ia adalah contoh nyata orang yang bisa &#8220;melihat&#8221; dengan tekad dan hati, bahwa halangan dan tantangan, sebenarnya hanyalah bagian dari proses pembelajaran diri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jika menengok keadaan kita, hal ini tentu adalah sebuah hal yang sangat luar biasa. Semangat dan daya juang Roswidi patut dicontoh. Apalagi, bagi kita yang dikaruniai tubuh lengkap dan tak kurang suatu apa pun. Seharusnya, dari contoh kisah Roswidi ini, bisa menumbuhkan semangat dalam diri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sungguh, perjalanan saya kali ini ke kota Medan memberi pengalaman yang luar biasa. Apalagi, Roswidi sempat berkata, &#8220;Kita dapat melakukan apa pun, meski tanpa kedua mata. Sebab, kita masih punya kaki, tangan, otak, dan pikiran yang bisa kita maksimalkan. &#8221; Sebuah kalimat sederhana, namun mengandung arti yang sangat luar biasa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Roswidi membuktikan, bahwa dengan tindakan nyata, ia pun bisa berkarya layaknya manusia seutuhnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Untuk itu, seperti komitmen saya untuk menjadikan tahun ini sebagai tahun Think and Action 2008, kisah Roswidi ini seharusnya mampu memacu kita untuk berpikir dan bertindak maksimal. Jika orang yang kurang secara fisik saja (maaf: buta) mampu, bagaimana dengan kita yang sehat?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Maka, mari kita jadikan semua cobaan dan tantangan, bukan sebagai halangan. Namun, justru jadi batu loncatan menuju kesuksesan. Dengan think and action, kita buktikan diri mampu menjemput semua impian.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Salam sukses Luar Biasa!!!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sumber: Sang Tunanetra Yang Luar Biasa oleh Andrie Wongso</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/futurerich.wordpress.com/130/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/futurerich.wordpress.com/130/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futurerich.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futurerich.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futurerich.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futurerich.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futurerich.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futurerich.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futurerich.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futurerich.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futurerich.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futurerich.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futurerich.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futurerich.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futurerich.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futurerich.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futurerich.wordpress.com&amp;blog=2509303&amp;post=130&amp;subd=futurerich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futurerich.wordpress.com/2008/05/18/sang-tunanetra-yang-luar-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/edeb340ef223f2162f12e7d6e88da955?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">futurerich</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futurerich.files.wordpress.com/2008/05/image010.jpg?w=116" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Kacang Lupa Pada Kulitnya</title>
		<link>http://futurerich.wordpress.com/2008/05/18/ketika-kacang-lupa-pada-kulitnya/</link>
		<comments>http://futurerich.wordpress.com/2008/05/18/ketika-kacang-lupa-pada-kulitnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 May 2008 13:21:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>futurerich</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resonansi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futurerich.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Ingatlah akan asal-usulmu. &#8211; Donald Rumsfeld, Mantan Menteri Pertahanan Amerika SEKARANG mari kita bicara soal kacang. Pernah merasakan es cincau dan es susu kacang sekaligus? Bila keduanya dicampur, bagaimana rasanya? Sudah jelas rasanya berubah. Rasanya tak beda dengan minum beraroma kola dicampur kopi tubruk. Pertempuran dalam mulut yang sama-sama kuat dan berakhir dengan musnahnya kedua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futurerich.wordpress.com&amp;blog=2509303&amp;post=128&amp;subd=futurerich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://futurerich.files.wordpress.com/2008/05/mente.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-129" style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://futurerich.files.wordpress.com/2008/05/mente.jpg?w=200&#038;h=133" border="0" alt="" width="200" height="133" /></a>Ingatlah akan asal-usulmu.<span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8211; Donald Rumsfeld, Mantan Menteri Pertahanan Amerika</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">SEKARANG mari kita bicara soal kacang. Pernah merasakan es cincau dan es susu kacang sekaligus? Bila keduanya dicampur, bagaimana rasanya? Sudah jelas rasanya berubah. Rasanya tak beda dengan minum beraroma kola dicampur kopi tubruk. Pertempuran dalam mulut yang sama-sama kuat dan berakhir dengan musnahnya kedua rasa.<span id="more-128"></span> Itu pengalaman seorang penggemar kuliner yang sempat merasakan dahsyatnya minuman yang dijual di sebuah kedai di Singapura. Setelah sempat kaget dengan rasa baru, eh, dia pun terkejut dengan nama minuman tersebut. Namanya, Es Michael Jackson. Lo, apa hubungannya? Jangan-jangan, Jaka Sembung naik ojek, gak nyambung jek.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tidak juga ternyata. Es Michael Jackson, mungkin aneh kedengarannya, tapi begitulah faktanya. Ia pun mencoba mencari tahu asal-usul nama es tersebut. Ia pun mereka-reka, pikirnya, hal itu diberikan untuk menyindir Michael Jackson yang aslinya hitam, tetapi kepingin menjadi putih dan malahan menjadi mirip topeng daripada manusia. Ketahuan sekarang rasanya susah dibedakan, bukan susu kacang, bukan juga es cincau.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Michael Joseph Jackson adalah legenda penyanyi dari Amerika Serikat. King of Pop, dulu sebutannya begitu, dengan gerakan dansa <span>moonwalk</span><span></span> yang telah menjadi ciri khasnya. Sayang, dibalik gemerlap kesuksesannya di panggung hiburan, seperti membuatnya kurang percaya diri. Ketenaran dan uang yang berlimpah di usia muda, membuat Jacko, begitu panggilan akrabnya, bisa melakukan apa saja, termasuk melakukan operasi kulit dan wajahnya. Dimulai dengan mengubah bentuk hidungnya yang tidak mancung, Jacko pun mulai ketagihan operasi di wajah dan kulitnya plus pemutihan kulit, yang telah dilakukannya sejak umur duapuluhan. Khalayak luas menganggap Jacko telah melupakan asal-usulnya sebagai ras orang kulit hitam. Jacko dinilai tidak puas atas apa yang telah dianugerahi kepadanya. Kacang lupa pada kulitnya. Persis seperti minuman yang dijual di Singapura, tak jelas lagi perbedaan antara hitam atau putih. Tapi Jacko punya dalih. Katanya, ia mempunyai kelainan pigmen atau memutihnya kulit. Sarung tangan yang menutupi tangan kanannya, katanya untuk menutupi pigmen asing yang mulai menjalar dari sana. Ah, mau berbual apa pun, tetap saja tudingan itu sudah melekat padanya. Kacang lupa pada kulitnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Fenomena ini tidak melulu milik Jacko. Di Tanah Air bejibun contohnya. Para politisi adalah contoh yang paling pas dengan sebutan itu. Di masa kampanye, mereka ngerocos janji ini-itu. Tetapi setelah duduk nyaman di kursi yang diincarnya, eh, dia malah lupa akan janjinya. Janji pada rakyat yang menjadi konstituennya. Lagi-lagi hanya pemeo kacang lupa pada kulitnya diselempangkan pada mereka. Pemeo ini sungguh luar biasa. Para leluhur kita yang membuat sebaris kalimat ini sangat terampil dalam menggunakan kata-katanya. Kacang lupa pada kulitnya, sebuah perumpamaan yang sangat luar biasa. Sebiji kacang bisa melupakan asal usulnya. Pedas, mengena, dan juga menohok. Pepatah tersebut memberikan pesan moral yang sangat mendalam. Bahwa manusia sebagai sebuah individu yang mempunyai kelebihan atas anugerah yang telah diberikan, namun tetap saja membutuhkan bantuan, uluran tangan, dan pertolongan dari orang disekitarnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saat kacang perlahan tumbuh, yang berawal dari biji, dengan perlindungan dari kulit, maka sang kacang terlindung dari cuaca, embusan angin, dan gangguan lainnya. Karena sang kacang begitu baik terlindung. Tetapi saat kacang berada di meja, ia tak lagi berteman dengan kulitnya, bahkan mencari kulit baru. Ketika kacang dimakan dan dinikmati, sang kulit pun dibuang ke tempat sampah. Saat kesuksesan telah diraih, saat puncak kekuasaan dalam genggaman, saat kehidupan telah membaik, mereka pun kemudian melupakan segala sesuatu yang telah membuat mereka menjadi seperti itu. Seperti kacang yang lupa akan kulitnya. Dalam kehidupan sehari-hari, kata-kata itu akrab di telinga kita. Untuk seorang kawan lama yang sudah tak punya waktu lagi untuk bertemu atau beranjang sana saja, pemeo itu pun dilekatkan padanya. Bagi yang disentil dengan kata-kata itu, sangat terasa menyakitkan di kuping. Jangan pernah sekali-kali meremehkan pentingnya komunikasi dengan kawan lama. Ketika kesuksesan telah menghampiri Anda, jangan lupakan orang-orang di sekitar Anda, atau orang-orang yang telah membesarkan Anda. Bila Anda terus melakukan komunikasi dengan kawan lama Anda, percayalah, bila suatu saat Anda mengalami kesulitan atau kesusahan, maka kawan lama Anda, minimal, akan memberikan perhatian kepada Anda. Syukur-syukur ia akan membantu persoalan yang Anda hadapi.<br />
Lantas bagaimana agar kita tidak seperti kacang yang lupa akan kulitnya? Beberapa saran berikut bisa Anda renungi dan lakukan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Jangan pernah melupakan jasa orang lain</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya yakin, Anda pasti pernah dibantu oleh orang lain, walau sekecil apa pun. Tapi apa balas budi Anda terhadap orang yang membantu Anda? Minimal tentu Anda mengucapkan terima kasih. Anda mungkin saja tidak sanggup membayar atau mengganti secara materi terhadap bantuan yang diberikan kepada Anda. Untuk tidak melupakannya, Anda dapat melakukan komunikasi secara berkala atau sewaktu-waktu kepada orang yang telah membantu Anda tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Jangan lupa ketika sukses</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jika Anda berada di puncak keberhasilan, jangan lupa dengan sekeliling Anda. Karena mereka semua, Anda berhasil dan sukses. Bagaimana caranya? Anda bisa mengajaknya makan siang bersama, misalnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Luangkan waktu untuk berkomunikasi</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Anda bisa juga meluangkan waktu untuk menelepon, atau sekadar mengirim sms kepada teman-teman lama Anda. Anda dapat juga mengirim kartu ucapan Selamat Hari Raya di saat Hari Raya, misalnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Melakukan Kunjungan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Berkunjung ke kantor atau ke rumah teman, sahabat, kolega atau pun kawan lama Anda sesekali waktu, bahkan dengan surprise tanpa pemberitahuan, bisa jadi suatu hal yang sangat mulia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sumber: Ketika Kacang Lupa Pada Kulitnya oleh Sonny Wibisono, penulis, tinggal di Jakarta</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/futurerich.wordpress.com/128/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/futurerich.wordpress.com/128/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futurerich.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futurerich.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futurerich.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futurerich.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futurerich.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futurerich.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futurerich.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futurerich.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futurerich.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futurerich.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futurerich.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futurerich.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futurerich.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futurerich.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futurerich.wordpress.com&amp;blog=2509303&amp;post=128&amp;subd=futurerich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futurerich.wordpress.com/2008/05/18/ketika-kacang-lupa-pada-kulitnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/edeb340ef223f2162f12e7d6e88da955?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">futurerich</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futurerich.files.wordpress.com/2008/05/mente.jpg?w=200" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Manisan Keramahan</title>
		<link>http://futurerich.wordpress.com/2008/05/18/manisan-keramahan/</link>
		<comments>http://futurerich.wordpress.com/2008/05/18/manisan-keramahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 May 2008 13:05:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>futurerich</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resonansi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futurerich.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah kehidupan globalisasi yang semakin sarat dengan persaingan dan tantangan seperti sekarang tidak hanya dibutuhkan usaha keras tetapi juga cerdas untuk dapat bertahan atau meningkatkan prospek bisnis maupun kualitas kehidupan kita. Bersikap ramah merupakan alternatif yang cerdas untuk kita pergunakan mencapai kesuksesan dan kebahagiaan. Berikut ini beberapa manfaat dari keramahan diantara segudang manfaat lainnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futurerich.wordpress.com&amp;blog=2509303&amp;post=125&amp;subd=futurerich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://futurerich.files.wordpress.com/2008/05/hospitality61.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-127" style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://futurerich.files.wordpress.com/2008/05/hospitality61.jpg?w=133&#038;h=160" border="0" alt="" width="133" height="160" /></a>Di tengah kehidupan globalisasi yang semakin sarat dengan persaingan dan tantangan seperti sekarang tidak hanya dibutuhkan usaha keras tetapi juga cerdas untuk dapat bertahan atau meningkatkan prospek bisnis maupun kualitas kehidupan kita. Bersikap ramah merupakan alternatif yang cerdas untuk kita pergunakan mencapai kesuksesan dan kebahagiaan. Berikut ini beberapa manfaat dari keramahan diantara segudang manfaat lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mendapatkan kondisi jasmani sehat merupakan salah satu manfaat dari bersikap ramah. Karena tersenyum sebagai bentuk keramahan ternyata dapat merangsang produksi hormon serotonin dan memacu produksi sistem kekebalan tubuh. Hormon tersebut membantu menjadikan kita lebih sehat, segar, <span id="more-125"></span>dan tenang sehingga memungkinkan kita melakukan banyak aktifitas produktif. Sebaliknya, sikap cemberut dan ketus atau marah memicu produksi hormon-hormon yang bersifat meracuni <span> </span>tubuh sehingga mengurangi tingkat kesehatan kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Keramahan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas kesehatan juga dikarenakan keramahan tidak memerlukan banyak energi. Sebaliknya, bersikap tidak ramah atau ketus dan cemberut memerlukan gerak banyak otot, sehingga dapat menguras energi. Tubuh akan terasa lebih cepat letih dan sakit. Itulah mengapa bersikap tersenyum ramah sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan, karena terbukti efisien dan efektif.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sementara itu, senyum dan sapa yang ramah dapat mendorong keinginan orang lain untuk kembali bertemu atau terus berdekatan dengan Anda. Mereka melakukan hal itu karena merasa lebih nyaman dengan keramahan sikap Anda. Itulah mengapa keramahan dinyatakan sebagai langkah sikap yang dapat menimbulkan kesan mendalam dan tidak terlupakan, meskipun mungkin pertemuan yang terjadi cukup singkat atau sudah berlalu cukup lama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Keramahan juga sudah terbukti mampu meningkatkan daya tarik seseorang. Jadi, jangan berkecil hati memiliki penampilan yang biasa-biasa saja. Lengkapi penampilan Anda dengan senyum dan keramahan<br />
yang tulus dari dasar hati. Niscaya keramahan menjadikan Anda memiliki daya tarik paling memikat bagi siapa pun.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebagaimana diketahui bahwa kemampuan mengendalikan emosi mendatangkan banyak keuntungan dalam kehidupan kita. Bersikap ramah dengan bersikap santun dan hormat kepada siapa pun merupakan latihan yang sangat efektif untuk meningkatkan kecerdasan mengendalikan emosi. Semakin Anda sering berlatih mengendalikan emosi, maka Anda akan semakin mudah memetik keuntungan dalam berbagai situasi sesulit apa pun.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kelembutan dalam keramahan sikap laksana guyuran air es dingin mematikan panas api yang berkobar. Kekakuan atau kemarahan dapat luluh seketika oleh keramahan yang Anda berikan setulus hati. Keramahan yang tulus ikhlas tak jarang menumbuhkan kesetiaan untuk menjaga hubungan tetap terjalin indah dan saling memberikan manfaat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Keramahan juga berguna untuk meningkatkan prospek bisnis, meskipun di tengah situasi ekonomi global semakin lesu dan persaingan yang semakin kuat seperti saat ini. Keramahan dalam pelayanan <span> </span>mengistimewakan nilai dari produk yang Anda tawarkan. Dalam hal ini kita dapat belajar dari kesuksesan rumah makan Mamink Daeng Tata di Jakarta.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Rumah makan yang didirikan H. Mamink sejak tahun 1993 itu tidak sekadar menyuguhkan makanan yang mengesankan di lidah. Menurut Hendri Adnan, Relationship Manager Resto Mamink Daeng Tata,<br />
keistimewaan rumah makan tersebut adalah layanan manis pemilik dan semua karyawanan. Mereka tidak segan-segan menyapa bahkan mengantarkan tamu sampai ke mobil.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Demi memelihara keakraban dan kesetiaan para tamu, pihak rumah makan tersebut juga tidak segan mengirim SMS kepada para pelanggan yang sudah lama tidak berkunjung. Alhasil, rumah makan yang sederhana itu setiap hari selalu ramai pengunjung. Bahkan tak jarang para pengunjung harus rela bersabar untuk mendapat tempat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Berbagi dengan orang lain tidak harus selalu sama dengan pengorbanan materi. Bersikap ramah adalah cara yang paling mudah sekaligus murah untuk berbagi. Cobalah tersenyum manis sambil menyapa dengan sopan dan lembut, niscaya itu merupakan amal baik Anda yang disukai banyak orang tak mudah dilupakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Keramahan tidak akan menyebabkan efek samping yang mematikan kecuali manfaat yang sangat besar untuk meningkatkan kualitas kesehatan, hubungan sosial, bisnis, spiritual, dan lain sebagainya. Nikmat<br />
manisnya keramahan tentu saja berbeda dengan manis gula yang dapat menyebabkan diabetes, kebutaan, dan penurunan fungsi organ dalam tubuh lainnya. Beberapa manfaat keramahan tersebut di atas terasa begitu manis seumpama manisan, jadi jangan buang waktu lagi untuk segera menikmatinya. [aho]</p>
<p>Sumber: Manisan Keramahan oleh Andrew Ho, seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku bestseller.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/futurerich.wordpress.com/125/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/futurerich.wordpress.com/125/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futurerich.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futurerich.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futurerich.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futurerich.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futurerich.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futurerich.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futurerich.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futurerich.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futurerich.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futurerich.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futurerich.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futurerich.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futurerich.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futurerich.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futurerich.wordpress.com&amp;blog=2509303&amp;post=125&amp;subd=futurerich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futurerich.wordpress.com/2008/05/18/manisan-keramahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/edeb340ef223f2162f12e7d6e88da955?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">futurerich</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futurerich.files.wordpress.com/2008/05/hospitality61.jpg?w=133" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Pendengar yang Baik</title>
		<link>http://futurerich.wordpress.com/2008/05/07/menjadi-pendengar-yang-baik/</link>
		<comments>http://futurerich.wordpress.com/2008/05/07/menjadi-pendengar-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 07:19:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>futurerich</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resonansi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futurerich.wordpress.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Pendengar yang baik tidak hanya dapat diterima dimana-mana, tetapi juga dapat mengambil hikmah dari apa yang didengarnya. &#8221; &#8212; Wilson Mizner, Playwright, 1876-1933 ACARA itu pada awalnya lancar-lancar saja. Maklum, ini kan acara yang dihadiri orang-orang terhormat. Nama eventnya juga keren: pembekalan forum konsolidasi pimpinan daerah. Nah, di sanalah para pemimpin di daerah seperti Bupati, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futurerich.wordpress.com&amp;blog=2509303&amp;post=124&amp;subd=futurerich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://futurerich.files.wordpress.com/2008/05/good-listening-poster1.gif"><img class="alignnone size-medium wp-image-123" style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://futurerich.files.wordpress.com/2008/05/good-listening-poster1.gif?w=153&#038;h=160" border="0" alt="" width="153" height="160" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Pendengar yang baik tidak hanya dapat diterima dimana-mana, tetapi juga dapat mengambil hikmah dari apa yang didengarnya. &#8221; &#8212; Wilson Mizner, Playwright, 1876-1933</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">ACARA itu pada awalnya lancar-lancar saja. Maklum, ini kan acara yang dihadiri orang-orang terhormat. Nama eventnya juga keren: pembekalan forum konsolidasi pimpinan daerah. Nah, di sanalah para pemimpin di daerah seperti Bupati, Wali Kota, dan Ketua DPRD tumplek blek di dalam Gedung Lembaga Ketahanan Nasional, 8 April lalu. Mereka pun takzim mendengarkan pidato Presiden Susilo Bambang<br />
Yudhoyono.<span id="more-124"></span> Namun, sesaat kemudian, saat Presiden berpidato mengenai penghematan anggaran, tiba-tiba pidato itu terhenti. Lo, what happened aya naon?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Awalnya tak ada yang tahu pasti kenapa Presiden diam. Namun, telunjuknya yang diarahkan pada seseorang di deret kursi keempat paling belakang, menjadi jawabannya. &#8220;Itu coba bangunkan yang tidur<br />
itu. Kalau tidur di luar saja!&#8221; ujarnya sambil menunjuk pimpinan daerah dimaksud. Waduh, ini kok seperti zaman kita sekolah dulu. Tentulah kita masih ingat saat di antara murid, dan siapa tahu Anda<br />
sendiri yang mengalaminya, terpaksa diusir dari kelas. Nah, kembali ke pertemuan akbar itu, persis seperti keadaan di kelas, tanpa dikomando, seratusan hadirin yang ada di ruangan tersebut menegakkan<br />
duduknya. Yang tadinya setengah tertidur, menjadi melek beneran. Beberapa peserta diarah telunjuk Presiden menengok ke kiri dan ke kanan mencari siapa orang yang dimaksud. Presiden melanjutkan, &#8220;Pimpinan bagaimana dapat memimpin rakyat kalau tidur! Malu dengan rakyat yang memilih. Untuk mendengarkan pembicaraan untuk rakyat saja tidur! Jangan main-main dengan tangung jawab. Berdosa, bersalah dengan rakyat.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ah, apa sih yang membuat para kepala daerah itu sampai tertidur? Katanya sih banyak sebab. Salah satunya jadwal yang padat dari para peserta menjadi biang kerok para peserta menjadi tidak fokus dan juga kelelahan. Haha<span> jadi mikir nih, di daerah masing-masing</span> bukankah mengurusi daerah juga bikin lelah. Jangan-jangan<span> ..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tapi sudahlah. Mari kita berbaik sangka. Mereka memang kelelahan. Tetapi, alasan apa pun yang diberikan, memang tidak sepatutnya seseorang tertidur ketika orang lain sedang berbicara. Apalagi dalam acara sepenting itu. Bila yang lain dapat mendengarkan pidato presiden dengan baik, maka seharusnya berlaku sama bagi peserta yang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Menjadi seorang pembicara memang sulit. Tetapi lebih sulit lagi menjadi seorang pendengar yang baik. Apakah memang benar, menjadi seorang pendengar yang baik itu penting? Penelitian oleh Crocker, 1978 yang hingga kini masih tetap menjadi acuan, menemukan fakta bahwa dari 300 organisasi yang diteliti, sebagian besar menempatkan <em>&#8220;listening&#8221;</em> di urutan teratas, sebagai syarat seorang pemimpin yang berhasil. Lantas apa bedanya dengan <em>&#8220;hearing&#8221;?</em> Ada perbedaan antara <em>&#8220;listening&#8221;</em> dengan <em>&#8220;hearing&#8221;.</em> <em>&#8220;Hearing&#8221;</em> berarti mendengar suara, sedangkan <em>&#8220;listening&#8221;</em> berarti menangkap makna dari<br />
suara yang didengar. <em>&#8216;Listening requires paying attention, interpreting, and remembering sound stimuli.&#8217;</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mendengarkan secara aktif (active listening) menuntut kita agar mampu menempatkan diri sebagai pihak yang menyampaikan pesan atau empati. Kita harus berkonsentrasi dan mau memahami sepenuhnya isi yang dikemukakan pembicara. Sedangkan mendengarkan secara pasif, menempatkan diri kita hanya seperti mesin perekam saja. Semua kata hanya dimasukan ke dalam memori, baik yang penting dan yang tidak, sehingga kita tidak dapat membedakannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lantas bagaimana untuk menjadi pendengar yang efektif? Delapan kiat ini bolehlah dicoba.<br />
1. Lakukan kontak mata (make eye contact) Perasaan siapa yang tak kesal bila seseorang yang diajak ngobrol malah memalingkan muka. Anda tentu akan mentafsirkan bahwa orang tersebut mungkin tidak tertarik akan apa yang Anda bicarakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">2. Anggukan kepala dan ekspresikan wajah penuh perhatian (exhibit affirmative head nods and appropriate facial expression) Pendengar yang efektif tertarik atas apa yang sedang diucapkan orang lain dengan memberikan tanda &#8220;nonverbal&#8221;. Menganggukan kepala, menaikkan alis mata, mengerutkan wajah, terkejut ketika pembicara melontarkan ide gila, tertawa ketika pembicara melontarkan humor, menggeser posisi duduk ke arah pembicara, dan lain sebagainya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">3. Cegah tindakan atau gerakan yang berkesan negatif (avoid distraction actions or gestures) Ketika anda sedang mendengarkan pembicaraan orang lain, jangan terlampau sering melihat atau melirik ke arah jam, memainkan pena, mencongkel kotoran di kuku, membuka-buka halaman buku, atau mengerjakan sesuatu yang tidak berkaitan dengan isi pembicaraan. Tindakan-tindakan tersebut mengesankan bahwa anda bosan, atau tidak tertarik pada apa yang sedang diutarakan pembicara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">4. Ajukan pertanyaan (ask questions) Pendengar yang kritis mencoba menganalisis apa yang didengarkannya, dan lalu mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang relevan. Hal ini menunjukkan bahwa Anda memang benar-benar mendengarkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">5. Uraikan apa yang didengar dengan kata-kata sendiri (paraphrase) Dalam suatu percakapan, misalkan saja Anda mendengar sang pembicara mengatakan sesuatu dan Anda ingin menegaskannya, maka Anda mengatakan, &#8220;Maaf tadi Anda mengatakan<span>.. (kata-kata pembicara),</span> apakah itu artinya<span>.. (kata-kata anda sendiri)?&#8221; Ada du</span>a alasan mengapa tindakan ini perlu dilakukan. Pertama, sebagai tanda bahwa Anda memperhatikan betul isi pembicaraan. Kedua, sebagai tanda bahwa Anda ingin mengerti apa yang dimaksud si pembicara atau jangan sampai salah mentafsirkan kata-kata pembicara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">6. Hindarkan menginterupsi atau memotong pembicaraan (avoid interrupting the speaker) Beri kesempatan kepada pembicara untuk menyelesaikan isi pembicaraannya. Setelah itu baru anda boleh mengajukan pertanyaan atau memberikan komentar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">7. Jangan terlalu banyak bicara (don&#8217;t over-talk) Ketika kita sedang dalam posisi sebagai pendengar yang baik, tahanlah untuk tidak banyak bicara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">8. Siapkan dirimu menjadi pembicara sekaligus pula pendengar yang baik (make smooth transitions between the roles of speaker and listener) Anda juga harus tahu kapan saat yang tepat untuk menjadi seorang pembicara dan juga kapan saat yang tepat untuk menjadi seorang pendengar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Untuk menjadi seorang pendengar yang baik, kita perlu melatihnya. Bahkan kalau perlu setiap hari. Presiden Theodore Roosevelt bukan hanya ulung dalam hal berpidato, namun juga seorang pendengar yang baik. Ia pun menghargai sang lawan bicara. Dalam suatu pesta besar, Roosevelt bosan dengan orang-orang yang selalu membalas komentarnya hanya dengan basa-basi. Roosevelt mulai mengubah dengan menyambut orang lain dengan senyuman sambil mengatakan, &#8220;Tadi pagi saya bunuh<br />
nenek saya lo!&#8221;. Orang-orang di sekitarnya mengabaikan komentarnya yang &#8220;penting&#8221; ini. Kebanyakan orang-orang tidak mendengar apa yang dikatakan sang presiden. Namun seorang diplomat mendengarnya. Begitu mendengar komentar sang presiden, ia segera berbisik kepada sang presiden, &#8220;Saya yakin itu memang takdirnya ya!&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Membuat suatu perubahan, baik kecil ataupun besar, diawali dengan suatu tindakan, yaitu mendengarkan. (140408)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sumber: Menjadi Pendengar yang Baik oleh Sonny Wibisono, penulis, tinggal di Jakarta</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/futurerich.wordpress.com/124/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/futurerich.wordpress.com/124/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futurerich.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futurerich.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futurerich.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futurerich.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futurerich.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futurerich.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futurerich.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futurerich.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futurerich.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futurerich.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futurerich.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futurerich.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futurerich.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futurerich.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futurerich.wordpress.com&amp;blog=2509303&amp;post=124&amp;subd=futurerich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futurerich.wordpress.com/2008/05/07/menjadi-pendengar-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/edeb340ef223f2162f12e7d6e88da955?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">futurerich</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futurerich.files.wordpress.com/2008/05/good-listening-poster1.gif?w=153" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ultimate Success Formula: Rahasia wujudkan mimpi Anda</title>
		<link>http://futurerich.wordpress.com/2008/05/07/ultimate-success-formula-rahasia-wujudkan-mimpi-anda/</link>
		<comments>http://futurerich.wordpress.com/2008/05/07/ultimate-success-formula-rahasia-wujudkan-mimpi-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 06:10:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>futurerich</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resonansi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futurerich.wordpress.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Action is the foundational key to all success&#8221; (Pablo Picasso) Pembaca, kali ini kita akan belajar langsung tentang cara menggapai sukses dari motivator kelas dunia, Anthony Robbins. Dalam prinsipnya, Anthony Robbins memperkenalkan istilah Ultimate Success Formula. Melalui buku-buku dan seminarnya, inilah tips yang diberikan Anthony Robbins untuk menginspirasi pendengarnya agar semakin mendekati gerbang kesuksesan mereka. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futurerich.wordpress.com&amp;blog=2509303&amp;post=118&amp;subd=futurerich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://futurerich.files.wordpress.com/2008/05/ultimate-success-formula.gif"><img class="aligncenter size-medium wp-image-120" style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://futurerich.files.wordpress.com/2008/05/ultimate-success-formula.gif?w=300&#038;h=212" border="0" alt="" width="300" height="212" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>&#8220;Action is the foundational key to all success&#8221; (Pablo Picasso)</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pembaca, kali ini kita akan belajar langsung tentang cara menggapai sukses dari motivator kelas dunia, Anthony Robbins. Dalam prinsipnya, Anthony Robbins memperkenalkan istilah Ultimate Success Formula. Melalui buku-buku dan seminarnya, inilah tips yang diberikan Anthony Robbins untuk menginspirasi pendengarnya agar semakin mendekati gerbang kesuksesan mereka.<span id="more-118"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bahkan, prinsip Ultimate Success Formula inilah yang juga menjadi salah satu langkah fundamental dalam ilmu Neuro Associative Conditioning (NAC) yang diperkenalkan oleh Anthony Robbins.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Singkatnya, dalam Ultimate Success Formula ini, diperkenalkan empat langkah yang jika diaplikasikan dengan sungguh-sungguh akan mengantar kita semakin dekat dengan tujuan kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Pertama,</strong> perjelas tujuan yang hendak Anda capai (clear direction). <strong>Kedua</strong>, ambil keputusan untuk melakukan sesuatu yang membuat Anda mendekati tujuan itu (make decision). <strong>Ketiga,</strong> milikilah kepekaan apakah Anda semakin dekat dengan tujuan Anda (aware result). <strong>Keempat,</strong> terus perbaiki dan ubah pendekatan sampai Anda mencapai tujuan (flexible approach). Sekarang, mari kita bahas satu demi satu pendekatan Anthony Robbins ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Clear direction.</em></strong> Pada prinsipnya, selalu ditekankan bahwa <em>Clarity is Power</em> (kejelasan adalah kekuatan). Pernahkah Anda perhatikan saat kaca pembesar (suryakanta) yang disoroti sinar matahari lalu<br />
diarahkan ke kertas? Ketika titik api atau fokusnya menjadi jelas, semakin besar kemampuan titik api tersebut untuk membakar kertasnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Demikian pula, prinsip pertama dalam Ultimate Success Formula ini mengajarkan, semakin jelas tujuan kita semakin besar pula daya bakarnya. Daya bakar apa? Daya bakar pada semangat dalam diri maupun<br />
orang-orang di sekitar kita. Inilah yang dilakukan Martin Luther King, saat dengan jelasnya, dia menggambarkan bagaimana harapannya akan persamaan kulit hitam dan kulit putih dengan pidatonya, <em>I have a Dream.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ini pula yang kemudian ditiru oleh Nelson Mandela hingga usai dipenjara 22 tahun, dia dijanjikan akan bebas dengan bersyarat. Namun, dalam suratnya kepada Presiden P.W. Botha, dia menolak mengubah mimpinya dan menerima lima tahun penjara lagi, sebelum dibebaskan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mimpinya sendiri begitu jelas. Nelson Mandela tahu, untuk apa dia harus berkorban. Sebagaimana dikatakan oleh Nelson Mandela, &#8220;Bagi saya sangatlah jelas bahwa saya perlu melakukan ini demi generasi-generasi kami di masa yang akan datang.&#8221; Kenyataan menunjukkan, kejelasan akan tujuan serta arah inilah yang memberikan api yang menyalakan semangat mereka untuk bergerak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sekarang, jadi sangat jelas bagi kita. Kalau kita ingin memiliki semangat serta daya juang yang tinggi, tujuan serta cita-cita kita harus diperjelas. Cita-cita serta arah ini pun akan menjadi daya <span> </span>tarik yang kuat bagi kita. Tatkala kita mengalami jatuh dan bangun, kejelasan akan cita-cita kita ke depan kitalah yang akan membuat kita tetap tegar berdiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Make decision</em></strong><em>.</em> Banyak orang yang mempunyai cita-cita, tetapi sedikit sekali yang berhasil mencapainya. Mengapa? Alasannya sederhana. Tidak banyak orang yang benar-benar mengambil tindakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Banyak orang ragu dan tidak yakin pada kemampuan diri sendiri dalam mewujudkan mimpi-mimpinya itu. Mereka berpikir dan mengharapkan kesempatan yang <em>&#8216;pas&#8217;</em> akan tiba. Mereka mengharapkan <em>&#8216;waktu yang tepat&#8217;</em> akan datang suatu ketika.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Yang jelas, waktu <em>&#8216;suatu ketika&#8217;</em> tidak akan pernah tiba. Jadi, yang disebut <em>&#8216;suatu ketika&#8217;</em> itu adalah <strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">saat ini</span></strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span>dan <strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">sekarang!</span></strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span>Untuk itulah, Ultimate Success Formula mendorong kita untuk membuat keputusan mengambil suatu langkah, entah seberapa kecil, asalkan semakin membawa kita kepada tujuan kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Perlu kita ketahui pula, konon kata <em>decision</em> atau keputusan mempunyai akar kata yang berarti memotong. Apanya yang kita potong? Yang jelas, yang kita potong adalah kebingungan arah dan alternatif. Kita membulatkan tekad untuk mengambil suatu langkah. Dan setelah langkah tersebut dibuat, tidak ada lagi kata untuk surut atau pun kembali atau bersikap setengah-setengah. Itulah kunci yang membawa kita semakin dekat dengan kemenangan pribadi kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Aware result.</em></strong> Langkah-langkah yang kita ambil, punya dua kemungkinan. Semakin mendekati atau justru semakin jauh dari cita-cita kita. Karena itu, pentinglah bagi kita untuk membangun suatu radar yang membuat kita terus-menerus sadar, apakah langkah kita semakin membawa kita pada tujuan ataukah tidak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Flexible approach.</em></strong> Inilah langkah terakhir kita, yakni keinginan untuk terus-menerus memperbaiki proses ataupun metode kita hingga akhirnya membawa kita pada tujuan. Tahap ini membutuhkan kemampuan fleksibilitas yang tinggi untuk menyesuaikan dan mengubah cara yang dipakai saat ini. Khususnya, kalau cara tersebut membawa pada kegagalan. Inilah yang sering dikatakan oleh Thomas Alva Edison saat ia mengomentari beberapa penemu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Menurut Edison, <em>&#8220;Permasalahan dengan para penemu adalah mereka mencoba beberapa hal, dan tatkala percobaan mereka gagal, mereka pun merasionalisasikan hal itu lalu menyerah!&#8221;</em> Itulah yang dia komentari saat dia diejek seorang profesor terkenal pada masanya, Silvanus P. Thompson yang mengatakan percobaannya telah gagal dan tidak akan pernah berhasil. Namun, Thomas Alva Edison adalah manusia dengan fleksibilitas dan kegigihan luar biasa untuk terus-menerus mengubah metode dan caranya hingga cita-citanya berhasil.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hal ini segera mengingatkan kita untuk senantiasa mau mengubah dan fleksibel saat cara kita belum berhasil. Janganlah kita terburu-buru untuk mengubur mimpi dan cita-cita saat segalanya belum berjalan sesuai rencana. Mungkin, kita harus mencoba beberapa langkah lagi dan mengubah metode ataupun pendekatan kita. Seperti pada diri Thomas Alva Edison, fleksibilitas serta kegigihannya itu berbuah pada kesuksesan luar biasa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pembaca, semoga prinsip-prinsip dalam Ultimate Formula Successs ini segera menginspirasi Anda untuk mengambil langkah-langkah penting dalam hidup Anda. Buatlah keputusan dan segeralah bertindak. Kita sendiri tidak tahu berapa lama kita dikaruniai kehidupan. Karena itu bertindaklah sekarang juga dengan bekal formula sukses ini!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sumber: Ultimate Success Formula: Rahasia wujudkan mimpi Anda oleh Anthony Dio Martin, Director HR Excellency</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/futurerich.wordpress.com/118/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/futurerich.wordpress.com/118/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futurerich.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futurerich.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futurerich.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futurerich.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futurerich.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futurerich.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futurerich.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futurerich.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futurerich.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futurerich.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futurerich.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futurerich.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futurerich.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futurerich.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futurerich.wordpress.com&amp;blog=2509303&amp;post=118&amp;subd=futurerich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futurerich.wordpress.com/2008/05/07/ultimate-success-formula-rahasia-wujudkan-mimpi-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/edeb340ef223f2162f12e7d6e88da955?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">futurerich</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://futurerich.files.wordpress.com/2008/05/ultimate-success-formula.gif?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Salahkan Ahmadiyah?</title>
		<link>http://futurerich.wordpress.com/2008/05/01/salahkan-ahmadiyah/</link>
		<comments>http://futurerich.wordpress.com/2008/05/01/salahkan-ahmadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 05:28:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>futurerich</dc:creator>
				<category><![CDATA[Eksperiensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://futurerich.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Agama apapun kita, berkepercayaan apapun kita semuanya mendapatkan hak yang sama di depan undang-undang. Kehidupan beragama memang merupakan urusan pribadi kepada Tuhannya. Sekarang apakah kita akan memasukkan kasus Ahmadiyah di negeri tercinta kita ini ke dalam urusan Negara? Kita semua pasti akan mengatakan bahwa ini adalah Pemerintah yang seharusnya atau sangat bertanggung jawab apapun yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futurerich.wordpress.com&amp;blog=2509303&amp;post=117&amp;subd=futurerich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Agama apapun kita, berkepercayaan apapun kita semuanya mendapatkan hak yang sama di depan undang-undang. Kehidupan beragama memang merupakan urusan pribadi kepada Tuhannya. Sekarang apakah kita akan memasukkan kasus Ahmadiyah di negeri tercinta kita ini ke dalam urusan Negara? Kita semua pasti akan mengatakan bahwa ini adalah Pemerintah yang seharusnya atau sangat bertanggung jawab apapun yang akan terjadi. Karena ini menyangkut kehidupan individu.</span><span id="more-117"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Keputusan atau rekomendasi Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) Kejaksaan Agung untuk menghentikan aktivitas Ahmadiyah, Fatwa MUI yang melarang Jamaah Ahmadiyah beroperasi di Indonesia memang apabila dipandang dari satu sudut sangat menyudutkan satu pihak. Hanya saja memang sekarang ini keadaanlah yang menuntut untuk dikeluarkannya keputusan itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Rekomendasi dari Bakor Pakem berdasarkan pada ketidak konsistennya jamaah Ahmadiyah dalam melaksanakan 12 pernyataan yang telah dibuat oleh jamaah itu sendiri. Yaitu yang berkenaan dengan pengakuan Mirza Ghulam sebagai Nabi dan Tazkirah sebagai kitab suci.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Apabila sekarang ini kita masih membahas bagaimana cara ibadah mereka, samakah atau berbedakah mereka dengan cara ibadah mayoritas ummat muslim? Itu adalah sangat terlambat. Karena hal itu seharusnya sudah kita ketahui sejak awal lahirnya. Apabila mereka mengaku bahwa mereka islam, darimanakah kita akan melihatnya sebagai agama Islam? Akankah kita memaksakan pemikiran kita sehingga memasukkan mereka ke dalam aliran dalam Islam seperti halnya mazhab dalam islam? Atau apakah kita akan memasukkannya ke dalam aliran kepercayaan?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Apabila mereka menghilangkan identitasnya sebagai jamaah islam saja, hal ini tidak akan terjadi. Kenapa? Karena Islam mempercayai bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi terahir, tidak ada nabi setelahnya dan al-Qur&#8217;an adalah Kitab sucinya. Inilah inti dari ajaran islam. Apakah kita masih akan memasukkan mereka ke dalam golongan islam apabila akidah mereka yang seperti itu. Kita juga perlu bedakan mana yang asasi dan mana yang furu&#8217;i. Bahwa memang dalam Islam disahkan adanya perbedaan penafsiran, hanya saja apabila sudah keluar dari konteks asasinya (ajaran pokok islam) itu sudah sangat jauh di luar jalur rel.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Nah apabila pembekuan atau pembubaran jamaah Ahmadiyah masih menunggu keputusan bersama Menteri Agama, Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri makas seharusnya diputuskan. Sehingga kekerasan-kekerasan yang terjadi sekarang ini tidak terjadi kembali. Adapun mereka yang telah melakukan kekerasan itu adalah tanggung jawab mereka kepada pemerintah, karena mereka tidak memiliki hak untuk melakukan itu. Jangan disamakan antara kekerasan dan Islam. Mereka yang telah melakukan kekerasan itulah yang harus mempertanggungjawabkannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Kita tidak perlu melihat rekomendasi ini sebagai hal yang sangat menjijikkan atau hal yang sangat aneh walau memang terjadi di era globalisasi sekarang ini. Ini bukan merupakan intervensi Negara atas kehidupan beragama penduduknya. Bukankah Negara telah mengakui agama resmi dan aliran kepercayaan di Indonesia? Makanya penyelesaian masalah ini adalah bukti Negara dalam menjaga pluralitas beragama. Memang Ahmadiyah sudah bercokol di Indonesia lebih dari setengah abad. Tapi penyelesaian dari chaos masyarakat ini memang pekerjaan rumah pemerintah. Betapa tidak, karena apabila bukan pemerintah, maka banyak tangan-tangan gatallah yang akan turun menghakimi. Sekarang tinggal pilih, tangan pemerintah atau kekuatan sekelompok orang yang bukan seharusnya?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Penyelesaian secara damai adalah harapan kita semua, dan ini adalah tanggung jawab pemerintah, dan kita sebagai warga yang taat undang-undang dan berkeyakinan kepada yang Esa, harus memandang keputusan Bakor Pakem ini dengan lapang dada, sehingga rekomendasi itu sebagai alasan legitimasi sekelompok orang untuk main hakim sendiri. Dan itulah yang baru bisa dilakukan oleh pemerintah. Keutuhan Negara juga merupakan tanggung jawab kita. Sehingga pemahaman yang benar dan saling memahami adalah yang terbaik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">-FA- 010508</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/futurerich.wordpress.com/117/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/futurerich.wordpress.com/117/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/futurerich.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/futurerich.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/futurerich.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/futurerich.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/futurerich.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/futurerich.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/futurerich.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/futurerich.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/futurerich.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/futurerich.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/futurerich.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/futurerich.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/futurerich.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/futurerich.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=futurerich.wordpress.com&amp;blog=2509303&amp;post=117&amp;subd=futurerich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://futurerich.wordpress.com/2008/05/01/salahkan-ahmadiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/edeb340ef223f2162f12e7d6e88da955?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">futurerich</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
